Dulu hatiku tertutup. Dingin.
Aku kaku dan sinis.
Ini keping-keping masa mudaku,
rahasia-rahasia kecil dan harapan-harapan
yang tidak begitu hebat
yang mendefinisikan pencapaian usia dewasaku
Tapi lewat wahana ini, lewat kecintaanku menulis,
aku temukan dunia di luar dunia kecil tanpa jendela
yang kubangun untuk diriku sendiri.
Sebuah dunia dengan keindahaan yang bersuara lembut.
Maka disinilah aku,
memilih untuk menendang tanggaku
supaya aku bisa tetap di sisimu.
Aku melihat bayang-bayangmu.
